Desa Bagor
Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen
Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Konten Digital untuk Promosi UMKM Desa Bagor
Bagor, Sragen — Mahasiswa KKN PPM Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Kelompok 29 Desa Bagor melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Konten Digital sebagai Media Promosi UMKM Desa Bagor pada Minggu, 2 Agustus 2026, pukul 13.00 WIB. Kegiatan bertempat di Muneng RT 12, Desa Bagor, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, dengan diikuti kurang lebih 30 pelaku UMKM Desa Bagor. Kegiatan ini berada dalam pembinaan Kepala Desa Bagor, Bapak Kukuh Riyanto, dengan Anisa Yanuar Setyowati sebagai narasumber.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Peserta diperkenalkan dengan berbagai bentuk konten digital, seperti foto produk, video singkat, deskripsi produk, dan testimoni pelanggan yang dapat digunakan untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen. Dalam penyampaian materi, peserta mendapatkan pelatihan mengenai cara membuat foto dan video produk menggunakan telepon genggam. Beberapa teknik yang diberikan antara lain menggunakan pencahayaan yang cukup, memilih latar belakang yang bersih, mengambil gambar dari beberapa sudut, serta menampilkan keunggulan produk.
Sebagai contoh praktik, narasumber menggunakan proses pembuatan susu jagung sebagai bahan video promosi. Peserta diberikan pemahaman bahwa konten tidak harus selalu menampilkan produk yang sudah jadi, tetapi juga dapat menampilkan proses pembuatan atau aktivitas yang berkaitan dengan usaha. Dengan cara tersebut, konten dapat menjadi lebih menarik sekaligus memberikan gambaran kepada konsumen mengenai produk yang ditawarkan. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu peserta menanyakan cara mempromosikan usaha peternakan melalui konten digital. Menanggapi hal tersebut, Anisa menjelaskan bahwa pelaku usaha dapat menampilkan aktivitas seperti memberi makan hewan ternak, membersihkan kandang, melakukan perawatan hewan, maupun aktivitas peternakan lainnya. Aktivitas sederhana tersebut dapat dikemas menjadi video sehingga calon konsumen dapat mengenal usaha dan proses di balik produk yang ditawarkan. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan WhatsApp, Instagram, Facebook, dan TikTok sebagai media promosi. Pelaku UMKM dianjurkan menggunakan foto atau video terbaik, menambahkan caption yang jelas dan informatif, serta mengunggah konten secara konsisten. Media sosial dapat membantu memperluas jangkauan pasar, menghemat biaya promosi, mempermudah komunikasi dengan pelanggan, dan meningkatkan peluang penjualan.
Di sisi lain, penggunaan media sosial juga memiliki tantangan, seperti persaingan dengan produk sejenis, kebutuhan untuk terus menghasilkan konten kreatif, menghadapi komentar atau ulasan negatif, serta menjaga konsistensi dalam mengelola akun. Oleh karena itu, pelaku UMKM tidak hanya perlu mampu membuat konten yang menarik, tetapi juga memahami cara mengelola media sosial dan berkomunikasi dengan konsumen secara baik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap pelaku UMKM Desa Bagor dapat memanfaatkan telepon genggam dan media sosial secara mandiri untuk mempromosikan usahanya. Keterampilan membuat foto, video, dan caption diharapkan dapat membantu meningkatkan daya tarik serta memperluas pemasaran produk UMKM Desa Bagor, sehingga turut mendukung kemandirian dan pengembangan ekonomi masyarakat Desa Bagor di era digital.Bagor, Sragen — Mahasiswa KKN PPM Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Kelompok 29 Desa Bagor melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Konten Digital sebagai Media Promosi UMKM Desa Bagor pada Minggu, 2 Agustus 2026, pukul 13.00 WIB. Kegiatan bertempat di Muneng RT 12, Desa Bagor, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, dengan diikuti kurang lebih 30 pelaku UMKM Desa Bagor. Kegiatan ini berada dalam pembinaan Kepala Desa Bagor, Bapak Kukuh Riyanto, dengan Anisa Yanuar Setyowati sebagai narasumber.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Peserta diperkenalkan dengan berbagai bentuk konten digital, seperti foto produk, video singkat, deskripsi produk, dan testimoni pelanggan yang dapat digunakan untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen.
Dalam penyampaian materi, peserta mendapatkan pelatihan mengenai cara membuat foto dan video produk menggunakan telepon genggam. Beberapa teknik yang diberikan antara lain menggunakan pencahayaan yang cukup, memilih latar belakang yang bersih, mengambil gambar dari beberapa sudut, serta menampilkan keunggulan produk. Untuk video, peserta diarahkan membuat video singkat sekitar 10–15 detik dengan gerakan kamera yang sederhana dan tidak berlebihan.
Sebagai contoh praktik, narasumber menggunakan proses pembuatan susu jagung sebagai bahan video promosi. Peserta diberikan pemahaman bahwa konten tidak harus selalu menampilkan produk yang sudah jadi, tetapi juga dapat menampilkan proses pembuatan atau aktivitas yang berkaitan dengan usaha. Dengan cara tersebut, konten dapat menjadi lebih menarik sekaligus memberikan gambaran kepada konsumen mengenai produk yang ditawarkan.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu peserta menanyakan cara mempromosikan usaha peternakan melalui konten digital. Menanggapi hal tersebut, Anisa menjelaskan bahwa pelaku usaha dapat menampilkan aktivitas seperti memberi makan hewan ternak, membersihkan kandang, melakukan perawatan hewan, maupun aktivitas peternakan lainnya. Aktivitas sederhana tersebut dapat dikemas menjadi video sehingga calon konsumen dapat mengenal usaha dan proses di balik produk yang ditawarkan.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan WhatsApp, Instagram, Facebook, dan TikTok sebagai media promosi. Pelaku UMKM dianjurkan menggunakan foto atau video terbaik, menambahkan caption yang jelas dan informatif, serta mengunggah konten secara konsisten. Media sosial dapat membantu memperluas jangkauan pasar, menghemat biaya promosi, mempermudah komunikasi dengan pelanggan, dan meningkatkan peluang penjualan.
Di sisi lain, penggunaan media sosial juga memiliki tantangan, seperti persaingan dengan produk sejenis, kebutuhan untuk terus menghasilkan konten kreatif, menghadapi komentar atau ulasan negatif, serta menjaga konsistensi dalam mengelola akun. Oleh karena itu, pelaku UMKM tidak hanya perlu mampu membuat konten yang menarik, tetapi juga memahami cara mengelola media sosial dan berkomunikasi dengan konsumen secara baik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap pelaku UMKM Desa Bagor dapat memanfaatkan telepon genggam dan media sosial secara mandiri untuk mempromosikan usahanya. Keterampilan membuat foto, video, dan caption diharapkan dapat membantu meningkatkan daya tarik serta memperluas pemasaran produk UMKM Desa Bagor, sehingga turut mendukung kemandirian dan pengembangan ekonomi masyarakat Desa Bagor di era digital.
Penulis : Anisa Yanuar Setyowati
Dosen Pembimbing : Riska Fii Ahsani.,SE.M.Sc



Adik
23 September 2022 09:44:35
Pertandingan Yang sangat Seru :)...